Thursday, July 25, 2013

PETA KOGNITIF



PETA KOGNITIF 

Peta kognitif adalah adalah sebuah alat mental yang berfungsi mengkodekan dan menyederhanakan cara penyusunan lingkungan spasial kita. Penelitian pada peta kognitif telah mengukur ruang spasial yang secara luas dibatasi besarnya, seperti ruang kelas, lingkungan rumah, kota, negara, dan area geografis lainnya. Studi tentang peta kognitif juga membahas topik yang lebih besar, yaitu memori spasial. Memori spasial adalah sebuah topik yang tidak hanya membahas peta kognitif, tetapi juga membahas lokasi dari kata-kata dan objek lain pada ruang spasial. Peta mental kita juga berisi pengetahuan survei yang menghubungkan lokasi yang dapat diarahkan dengan mempelajari sebuah peta atau mengamati lingkungan secara berulang-ulang sebagaimana yang kita bayangkan, peta mental kita akan lebih akurat jika kita memperoleh informasi spasial dari peta fisik yang diorientasikan pada arah yang kita hadapi.
Setiap orang dalam mengingat suatu tempat atau keberadaan suatu benda menggunakan dua pengetahuan untuk membantunya yaitu pengetahuan rute dan pengetahuan survei. Kapasitas manusia untuk menggambarkan adalah kekuatan dari memori seperti yang terlihat pada bagian mnemonics, tetapi itu hanya esensi di dalam keseharian kita seperti ketika bekerja atau melakukan sesuatu dan perubahan di lingkungan kita. Usaha mereka untuk mempelajari dunia spatial. pengetahuan tentang rute merealisasikan jalan kecil yang digunakan untuk menemukan lokasi tertentu. Sedangkan pengetahuan survei digunakan dalam mengenali lokasi tempat yang dicarinya. Setiap tanda-tanda yang ada di sekelilingnya akan membantu menemukan tempat yang dituju. Pengetahuan survei sangat membantu dalam pembentukan peta kognitif.
Pada bagian peta kognitif ini, kita akan mempelajari bagaimana peta kognitif merepresentasikan jarak, bentuk, dan orientasi. Lalu kita akan mengetahui bagaimana kita dapat mengkonstruksi model mental dari lingkungan kita berdasarkan pada deskripsi verbal. Namun dalam mempresentasikan tersebut sering kali mengalami terjadinya penyimpangan. Kesalahan yang terjadi saat membuat tanda pada peta kognitif. Kesalahan ini adalah ditorsi sistematis dari kenyataan. Kesalahan ini merefleksikan tendensi pada dasar keputusan kita terhadap variabel yang secara umum relevan. Kita akan melihat distorsi sistematis pada jarak, bentuk, dan orientasi

Peta Kognitif dan Jarak
Sebagai contoh: Sejauh apa perpustakaan kampus kita dengan kelas dimana kuliah kognitif psikologi diajarkan? Berapa mil jarak tempat kita lahir dengan kota dimana kita tinggal sekarang? Kapan kita membuat perkiraan jarak seperti ini, estimasi kita sering dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jumlah kota penghubung (the number of intervening cities), jarak rute jalan (road-route distance), dan kategori semantis (semantic categories).

Jumlah Kota Penghubung. Jumlah dari kota penghubung sangat mempengaruhi estimasi seseorang. Jika dua kota secara acak dikelompokkan menjadi beberapa daerah, dua kota akan terlihat lebih jauh jika dua kota tersebut terpisah oleh tiga kota penghubung antara dua kota tersebut. Dan dua kota akan terlihat lebih dekat bila tidak ada kota penghubung diantara keduanya. Jarak semakin jauh saat jarak dua kota tersebut masih harus melalui beberapa kota penghubung dibandingkan bila dua kota tersebut tanpa ada kota penghubungnya. Misalnya, saat bepergian dari malang ke Surabaya hanya butuh waktu 2 jam ini terkesan lebih dekat dibandingkan saat pernyataan diubah seperti ini, pergi ke Surabaya dari malang nanti akan melewati lawang, Pandaan, Pasuruan, Sidoarjo dan akan sampai ke Surabaya. Pernyataan kedua akan terlihat lebih lama dan jauh.

Jarak Rute Jalan. Kita berpikir dua kota secara fisik akan lebih dekat jika jalan yang menghubungkan kedua kota tersebut lurus daripada jika jalannya tidak lurus (tidak langsung). Kita dapat mengkalkulasi secara rasional dan sempurna jarak dalam bentuk jarak rute jalan daripada jarak secara langsung.

Kategori Semantik. Ketika tempat terlihat dekat secara semantik, kita percaya bahwa kedua tempat tersebut dekat secara geografis. Pada umumnya pengalaman hidup kita sesungguhnya memberitahukan kita bahwa tempat dengan fungsi yang sama sepertinya dekat satu sama lain.

Penelitian oleh stephen hirtle dan koleganya mengilustrasikan bagaimana faktor semantik mempengaruhi estimasi jarak dari suatu tempat yang berada di kota. Setelah partisipan mempelajari lokasi pada peta, dan petanya diminta kembali dan partisipan diminta mengestimasikan jarak diantara pasangan diantara dua tempat. Hasilnya menunujukkan bahwa partisipan mengestimasi sebuah tempat pada kategori yang sama lebih dekat. Misalnya gedung pengadilan diingat oleh partisipan lebih dekat dengan kantor polisi dan balai kota.
walaupun kesalahan ini membuat tanda. Pada umumnya pengalaman kehidupan kita sesungguhnya memberitahukan kita bahwa tempat dengan fungsi yang sama sepertinya dekat satu sama lain

Peta- Peta Kognitif dan Bentuk- Bentuk
Peta-peta kognitif kita tidak hanya menggambarkan jarak tetapi juga menggambarkan bentuk (dari suatu wilayah tertentu). Bentuk- bentuk tersebut begitu jelas tergambarkan dalam peta, sebagai contoh adalah sudut-sudut yang dibentuk dengan cara memotong atau menyilangkan jalan-jalan dan kurva yang menggambarkan belokan sungai. Sebuah penelitian menunjukkan adanya penyimpangan yang sistematis dimana orang cenderung untuk menggambar peta dengan bentuk yang dibuat lebih teratur daripada bentuk aslinya.
Sudut- sudut
Moar dan Bower (1983) menyatakan bahwa kita menerapkan pola “Heuristic” atau sebuah peraturan ibu jari yang sederhana. Secara umum, sebagaimana peraturan Ibu jari yang sederhana, jika dua jalan bertemu maka jalan tersebut akan membentuk sudut 90º. Menggambarkan sudut- sudut dalam peta sebagai sudut yang mendekati sudut 90º jauh lebih mudah daripada menggambarkannya sesuai dengan keadaan aslinya.
Kurva

Penelitian menunjukkan bahwa orang- orang memiliki kecenderungan untuk menggunakan “Symmetry Heuristic” dimana gambar- gambar dianggap lebih simetris dan lebih teratur daripada kondisi yang sebenarnya. Sebagai contoh, Tversky dan Schiano (1989) menunjukkan sebuah diagram yang mirip dengan peta kepada para siswanya. Di dalam diagram tersebut, sebuah kurva yang bentuknya tidak teratur dianggap sebagai sebuah sungai yang dibatasi oleh dua jalan.
Pengaturan Ruang
Sejauh ini, kita telah melihat bahwa orang- orang memiliki kecenderungan untuk membuat gambaran atau perkiraan mengenai bentuk- bentuk geografi yang lebih teratur daripada kondisi sesungguhnya. Kita kelihatannya beranggapan bahwa menyimpan versi skematis dari suatu realita jauh lebih mudah dari pada realita itu sendiri.

Peta- Peta Kognitif dan Posisi Relatif
Barbara Tversky (1981) menyatakan bahwa peta kognitif seringkali mengungkapkan dua jenis tambahan dari Heuristik. Kita biasanya menggunakan heuristic- heuristic ini pada saat kita berusaha menangkap orientasi dari gambar yang ada pada peta bayangan kita. Wilayah geografi biasanya memiliki bentuk yang tidak teratur, dan wilayah- wilayah yang menonjol (yang ditandai khusus) biasanya menyebar secara tidak teratur. Kita cenderung menggambarkan sesuatu secara lebih teratur daripada kondisi aslinya sebagaimana kita menggambarkan sudut- sudut yang terbentuk dari perpotongan jalan- jalan menjadi mendekati 90º dan menggambarkan kurva menjadi simetris. Dua jenis heuristic yang digunakan untuk menggambarkan posisi relative dari benda- benda disebut “rotation Heuristic” dan “alignment Heuristic.”
Rotation Heuristik
Menurut Rotation Heuristik, gambar/ benda yang posisinya agak miring akan diingat sebagai benda yang lebih vertikal atau lebih horizontal daripada kondisi sebenarnya.
Alignment Heuristic
Menurut Alignment Heuristic, suatu gambar akan diingat sebagai gambar yang lebih lurus/ sejajar daripada kondisi sebenarnya.
Rotation Heuristic dan Alignment Heuristic, pada awalnya mungkin kelihatan sama. Namun demikian, Rotation Heuristic melibatkan adanya pemutaran dengan model searah ataupun berlawanan dengan arah jarum jam pada sebuah garis pantai, Negara, bangunan, atau benda lain sehingga garis batasnya diarahkan ke arah vertikal ataupun horizontal. Sebaliknya, Alignment Heuristic melibatkan adanya penyejajaran sejumlah negara yang terpisah, bangunan- bangunan, ataupun benda- benda lain dalam barisan yang lurus. Namun demikian, kedua heuristic tersebut sama, sebab mereka mendorong kita untuk menciptakan peta kognitif yang teratur.

Artikel Terkait

0   komentar

Post a Comment

Cancel Reply

Google+ Followers

Demo